RSS

Glass Syntetic Polyurethane

Baru saja saya baca ada email salah seorang member milist migas indonesia yang menanyakan tentang GSP (GSPU) coating. Tertarik mengetahui lebih jauh, akhirnya saya coba search lebih jauh dan mendapat beberapa ilmu..
Let’s share..

GSP/GSPU (Glass Syntetic Polyurethane) adalah salah satu jenis thermal insulation yang banyak digunakan untuk menjaga aliran/flow dari pipeline tetap seperti yang diinginkan, selain juga tentunya sebagai corrosion protection. Terutama untuk pipeline yang dipakai di offshore laut dalam.
GSP ini merupakan mixing antara glass dengan syntetic polyurethane, sehingga disebut Glass Syntetic PU.
Hal ini dikarenakan pada kedalaman tertentu, pengaruh suhu disekitar pipeline juga akan mempengaruhi flow didalam pipeline tersebut.
Umumnya temperatur yang dimaintain dalam process ini berkisar antara -35 sampai 115 derajat celcius, dengan kedalaman maksimal dibawah 2800 meter (Sumber: Tenaris.com).

Proses aplikasi cukup mudah, sama dengan coating system pada pipeline umumnya, yaitu pipeline yang akan diberikan lapisan GSP awalnya diblasting, kemudian diberikan primer epoxy bonded, baru finalize dengan glass syntetic polyurethane. Maksimum (Sumber: Brederoshaw.com).

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 18 Juli 2013 in 1

 

Tag:

Type of Coating

Type of Coating based on curing / drying time divided to 3 types :

# Physically curing coating

# Oxidation curing coating

# Chemically curing coating

 

# Physically curing coating are coating which only cure by evaporation of the solvent.

Types of Physically cured coating are :

- Chlorinated Rubber (CR)

- Tar / Bitumen / Asphalt

- Latex / Emulsion

- Vinyl acrylic emulsion

# Oxidation curing coating are coating which cure by evaporation + O2 (oxide/oxidation).

Types of Oxidation cured coating are :

- Alkyd

- Epoxy Ester

- Phenolic

- Phenolic Epoxy

# Chemically curing coating are coating which cure by polymerization (chemically induced – agent solvent).

Types of chemically cured coating are :

- Epoxy (two component)

Advantages are :

- Chemical resistance, Hardness, Adhesion

Limitations are :

- Overcoat restriction, color, chalking (if used for top coat)

Usually use for/in :

- Structural steel, vessel linings

- Coal Tar Epoxy

Advantages are :

- Water resistance, chemical resistance

Limitations are :

- Fading / chalking, color only black

Usually used for/in :

- Crude oil tanks, ship, jetty

- Epoxy Emulsion

Advantages are :

- Low solvent color, low toxic, durable

Limitations are :

- Reduced water resistance

Usually used for/in :

- Sensitive environment

- Vinyl Ester / Polyester

Advantages are :

- Excellent gloss, high build, water / acid resistance

Limitations are :

- Shrinkage, Reaction unstable, alkaline conditions

Usually used for/in :

- Tank linings, FRP (GRP) product

- Urethane

Advantages are :

- Water / acid resistance, abrasion resistance, tolerance high RH

Limitations are :

- Pack stability, limited adhesion

Usually used for/in :

- Offshore platform, topcoat over epoxy, wood/concrete floor

- Polyurethane

Advantages are :

- Good chemical/solvent resistance, abrasive resistance, flexibility, color gloss retention

Limitations are :

- Isocyanate component as hazardous

Usually used for/in :

- Tank Linings, floor finishes, gloss over epoxy

- Epoxy Phenolic > specialty heat converting one component

Usually used for/in :

- Interior of down hole tubing, process vessels

Epoxy Phenolic baking schedule :

- Set up 95′C (200′F)

- Final 165′-200′C (325′-500′F)

- High bake Phenolic

- Vinyl (Butyral) Wash Primer (PVB) > specialty primer uses acid to promote adhesion

 
Tinggalkan komentar

Posted by pada 13 Maret 2013 in All about Coating

 

Modem HUAWEI E220

1 Agustus 2012,

Selamat pagi, good morning,

Pagi ini saya ingin share tentang modem HUAWEI E220 yang barusan saya dapat (beli maksudnya, hehee).

Modem ini saya tebus dengan mahar Rp 130rb, (termasuk ongkos kirim dari Depok ke Batam), murahkan? iyalah, kan second, heheee. Tapi meskipun second, barangnya masih bagus bro, meskipun pembeliannya dari tahun 2010 lho (ada di sticker garansinya). Modem yang saya beli ini terdaftar dengan label “OPTUS”, meskipun saya gak tau apa itu OPTUS, tapi saya yakin ini modem bagus. hehee.. Malam saya transfer uangnya ke seller, selisih 2 hari datang deh modemnya.

Modem datang, langsung saya tes pake kartu tri 3 paket bulanan 500mb. awalnya terasa respon modem berat, susah connectnya, sering putus. akhirnya dengan segala keterbatasan (alah bahasanya) saya coba browsing problemnya. Baca sana sini, ternyata ada yang nyaranin harus update firmware “E220_11.313.02.00.01.B268_Firmware_Update.rar”, dan “Mobile_Partner_11.302.09.01.539_Voice_USSD.zip”. Okelah akhirnya saya coba download firmware2 tadi, dan… eng ing eng, modem langsung lancar dipakenya. kalau untuk ngeblog aja boleh lah modem ini.

Kata orang sih modem ini udah support MDMA (bisa dikodokin), tapi saya pun belum tau artinya apa, hehee. Yang jelas modem ini jalan dengan speed 7,2 Mbps, mantaplaaahh (meskipun koneksi saya cuma mentok di 384 Kbps, jadi tulisan 7,2 Mbps itu cuma hiasan aja,hehee). Modemnya mantap, adem, gak putus2, recomended lah. Cuma ada kurangnya, gak support external antenna coy.

Okelah sampe sini dulu cerita tentang Huawei E220, mau kerja dulu.

 
1 Komentar

Posted by pada 1 Agustus 2012 in Campur-Campur

 

New Welding in an Existing Welding Line (For Repair or Rebuild)

Dear all, this is a sharing from a member of KMI (Indonesia Oil and Gas Community).

The case is,
There is a retubing process for power boiler. Then the client ask to vendor/contractor for cutting the old tube and replace with new one.
The problem is position of cutting for old tube will be same as the new welding line. So, the new welding line position will be same as previous welding joint line existing which got cutting.

Usually, we avoid new welding joint in existing welding line. Some people said that welding in an existing welding line will make structure is not good. Because of microstructure in HAZ will be change, and structure become hardness due to welding process more than one. But if we considering of basic normalishing, it doen’t matter as long as we keep the cooling rate, so that automatically the microstructure will not changed.

But, actually are there any code or rule for that condition? Or, what is the risk if we do that?

And, Yes, ASME allow it. We can refer to ASME VIII; UW-14 (for Pressure Vessel). For Power Boiler refer to ASME I; PW-14. And UW-38 for remove defect.

Beside that, practically it just a simple case. We can cut old tube, ground out old weld joint line and also clean out. Then we do a NDT test to see the crack or defect. If material okay, we can weld it with new tube.

Source : Summary of Indonesia Oil and Gas Mailing List.

 
 

Tag:

Karbu PE 28 SP Untuk YAMAHA SCORPIO

Selamat pagi.
Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman saya pasang (bukan saya pasang sendiri lho,hehe) Karbu PE 28 SP untuk Yamaha SCORPIO.Btw, terima kasih dulu deh buat teman-teman MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) atas sharing-sharingnya untuk ilmu2nya :D
 

Bergaya dikit PIO Ganteng

 
Karbu PE 28 SP Ori Tahiland Box Honda ini saya dapat dari Kaskus, dari lapak tiepatkai . Dengan mahar Rp 850.000,- + onkir Surabaya Rp 25.000,-.
Btw, ngomong2 soal biaya, total biaya yang diperlukan adalah :
1. Karbu PE 28 SP Ori Thailand Box Honda (kata yang jual sih, hehhee) + onkir Surabaya Rp 875.000,-
2. Spacer Karbu PE 28 khusus Scorpio beli di Kaskus juga dari lapak nangkabecek + ongkir Rp 84.500,-
3. Alumunium biar Karbu PE 28 bisa pas ke manifold pesen di bengkel deket rumah Rp 40.000,-
4. Spuyer MJ rojokan beli dibengkel deket rumah Rp 5.000,-
Total kalau pasang karbu sendiri adalah Rp 1.045.000,- + Ongkos pasang dibengkel Rp 30.000,-
 
 
Langsung aja deh ke langkah2 pasang Karbu ini, gampang kok pasangnya (cuma settingnya nanti yang susah, hehehe). Jadi gini langkah2 pasang Karbu PE 28 SP ini :
1. Copot Karbu Vakum Yamaha Scorpio (Mikuni 30mm), dengan cara buka baut klep dibagian manifold dan baut klep dibagian filter. Setelah itu lepas selang bensin yang ada pada sisi sebelah kiri. Baru deh karbu digoyang-goyang dikit sambil didorong kekanan dan kekiri sampai karbu bisa lepas. (kalau mau lebih leluasa bisa copot tangki dulu). Oiya kalau mau lebih mudah, langsung aja buka manifoldnya, jadi karbu lebih mudha untuk dikeluarkan.
2. Siapkan Karbu PE 28. Pertama pasang dulu alumunium dibagian depan karbu (bagian yang masuk kemanifold) biar nanti kalau dipasang dimanifold gak oblak, karena moncong depan karbu ini lebih kecil daripada moncong karbu aslinya. Jadi daripada beli manifold khusus PE, mending bikin aja alumunium atau bisa juga pake selang bekas yang ukuran diameter dalamnya sama dengan moncong depan karbu PE ini.
Setelah itu lem dikit pake alteco biar gak ada kebocoran.
3. Copot manifoldnya, lalu tambahkan spacer didepan manifold, hal ini dimaksudkan agar saat pemasangan karbu, karbu PE ini tidak mentok pada dinamo, sehingga perlu spacer ini.Jadi posisinya kalau diurut dari depan : Silinder head (mesin) > Spacer > Manifold > Karbu > Filter. Oiya, siapkan baut 8mm dengan panjang sekitar 4cm (kalau baut aslinya kan cuma 2cm).
4. Setelah manifold + spacer terpasang, langkah selanjutnya adalah pemasangan Karbu PE. Gampang kok masangnya tinggal digoyang2 dikit sambil didorong2 sampe masuk aja ke lubang manifold. Btw, sebelumnya Karbu PE nya disetting dulu ya spuyernya. MJ/PJ aslinya sekitar 150/42. Kalo saya pake MJ rojokan (ukuran sekitar 130, nemu aja soalnya, hahhaa) trs PJ pake asli 42s.
5. Ok setelah karbu kepasang, tinggal sesuaiin kabel gasnya. Bisa pake Kabel gas aslinya, tapi ya kawat gasnya harus diganti yang lebih panjang. Jadi kabel gasnya tetep pake punya Pio, tapi kawat didalam kabel itu harus diganti yang lebih panjang. Posisi paling pas kabel ini adalah lewat dibawah tangki, kabel diletakkan tepat diatas rangka (tenang aja gak bakal kegencet tangki kok), trs kepala karbu tepat berada dibelakang Koil. Kalau selain posisi diatas dijamin gak bisa, kecuali karbu mau dimiring-miringkan.
6. Setelah semua kepasang, selanjutnya pasang filter belakang (kalau gak dipasang gpp sih, tapi kalau saya sayang skepnya, nanti baret, karbu mahal nih :p ).
7. Langkah terakhir adalah setel setelan anginnya, cari yang pas, sekitar 2 putaran. Gini cara setel anginnya : puter setelan angin ke kanan searah jarum jam (ni posisi nutup) ampe mentok trus tahan rpm di 3000rpm sambil setelan angin diputar ke kiri (berlawanan arah jarum jam, ni artinya ngebuka). Puter pelan2 ampe didapat putaran mesin tertinggi petama kali.
 
Ok, setelah pemasangan karbu selesai (dengan setting kecil-kecilan alias masih ngawur) saatnya dites. Kalau masalah akselerasi sih jangan ditanya lagi, jauh dari karbu standart. Putaran bawah sampai tengah meraung terus, cepet banget naiknya. Beda banget kalau dibandingin karbu standartnya (terang aja, lha wong vakum vs Skep, hehee). Tapi kalau putaran atas sih belum nyoba, belum dapet jalan yang panjaaaaang. Kalau kata orang sih karbu PE ini jelek diputaran atasnya, datar / flat aja, gak bisa naek.
 
Btw, saat ini masih pake Jetting MJ/PJ 130/42, katanya sih yang pas kisaran MJ 115-120 PJ 40-42. Putaran angin 1 1/4 – 2 1/2. Tapi ya kembali lagi ke motornya, apakah masih standart atau tidak. Untuk spek motor saya mesin masih standart, cuma pake CDI Tiger + knalpot freeflow R9.Yang dirasa saat ini sih belum maksimal, motor belum langsam, kalo diputaran bawah seperti ndut-ndutan. Busi hitam legam tanda bensin masih kebasahan. Belum sempet setting lagi sih, belum ada waktu, hehehe.
 
Okelah, nanti kalau saya sudah ganti jetting yang pas, saya update lagi.
 
#### UPDATE ####
yak sesuai janji, saya sudah ganti jetting yang pas (pas menurut saya).
ok, saat ini jetting ang saya gunakan adalah MJ/PJ 118/42 dengan putaran angin 3/4.
dengan spek sekarang sih rasanya udah pas, busi udah kecoklatan tanda jetting udah pas.
tarikan atas bawah dapat semua.
oke sekian dulu yaa..
 
18 Komentar

Posted by pada 21 Desember 2011 in Yamaha SCORPIO

 

There Are No Active Mixer Device Available

Setelah install ulang CPU dirumah, saya temukan sedikit masalah, yaitu : “There Are No Active Mixer Device Available”. Ciri-ciri penyakitnya adalah speaker tidak mau mengeluarkan suara, padahal speaker masih sehat wal afiat. Jadi intinya seperti belum install sound card.

“There are no active mixer devices available” pesan ini muncul pada saat saya buka volume control.

Walaupun driver soundcard sudah terinstal, saya menerima pesan (no active mixer devices) pada waktu saya meng-klik dua kali Volume icon di system tray Windows XP.Banyak orang akan berasumsi kalau soundcardnya sulit diinstal atau drivernya tidak terinstal, atau sistemnya di mute. Padahal,saat komputer startup atau shutdown anda mendengar suara Windows sounds seperti biasanya. Bagaimanapun juga audio yang lain tidak berjalan dengan normal dan memunculkan pesan error.

Memperbaiki Error Pada saat saya mengecek Sound and Audio Devices pada Control Panel di Windows XP, ternyata disitu “no audio devices”. Kemudian saya mengecek System Devices pada Control Panel untuk memastikan driver sound card terinstal, dan ternyata drivernya sudah terinstal. Dan sound card Realtek High Definition Audio card sudah terinstal dengan baik.

Pada Windows Audio Service, dimana akan selalu start secara otomatis pada saat sound card terinstall dan berjalan. Ternyata pada servicenya sudah dimatikan. Oleh karena itu, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan kembali Windows Audio Service-nya. Trik ini untuk mengatasi masalah komputer dengan gangguan There Are No Active Mixer Devices Available baik di windows xp ataupun vista, dan bahkan windows 7, yang tadinya baik baik saja.

  1. Pastikan komputer anda memang mempunyai soundcard atau chipset audio.
  2. Pastikan driver untuk hardware tersebut sudah di install/terpasang dengan sempurna.
  3. Jika kedua hal tersebut diatas sudah dilakukan dan jawaban semuanya adalah “ya”, maka lanjutkana ke langkah 4.
  4. Untuk Windows Xp: Klik START, lalu pilih RUN.
  5. Dalam kotak RUN tuliskan (tanpa tanda kutip) “services.msc” lalu tekan enter.
  6. Setelah windows services muncul, cari service yang bernama “Windows Audio“.
  7. Klik dua kali pada Windows Audio tersebut.
  8. Jika status device tersebut belum started maka klik tombol start.
  9. Seharusnya setelah itu suara akan keluar dari perangkat audio anda, atau setidaknya mixer dapat kembali diakses. Bila belum, maka log off dulu.

Untuk windows Vista dan windows 7 cara yang digunakan sama saja. Selamat mencoba menyelesaikan masalah There Are No Active Mixer Devices Available :)

sumber : mbah google

 
4 Komentar

Posted by pada 6 Desember 2011 in Campur-Campur

 

Yamaha Scorpio Tarikan Segahar RX-King

Akselerasi Yamaha Scorpio standar pabrik nggak seyahud RX-King.

Itu karena setting karburator gak pas. “Setelah diusut, pilot air-jet asli Scorpio kegedean. Jadi, aliran udara ke membran vakum berlebih,” jelas Hamzah dari HM Motor di daerah Pintu 2, Taman Mini, Jakarta Timur.

Karena pilot air-jet (paj) kebesaran, saat digeber membran terlalu cepat naik. Campuran bahan bakar terlalu kaya. Motorngok. Busi basah dan elektroda hitam,” urai Hamzah. “Sebaliknya saat tutup gas, membran kelewat cepet turun. Efeknya, campuran miskin. Saat tutup gas suara knalpot nembak-nembak,” sambung pria  yang juga mekanik di divisi motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Biar bukaan membran lambat, paj ori yang ukurannya 65 dikecilin. Namun di pasaran tidak dijual opsi ukuran paj Scorpio. Tapi jangan takut, menurut Hamzah bisa pake pilot-jet F1Z-R, ukuran 10. Yang ini banyak dijual di toko variasi. Harganya Rp 15.000-an. “Bentuknya beda. Tapi bisa dipakai. Ulirpilot-jet F1Z-R pas dengan rumah pilot air-jet Scorpio,” papar Hamzah.

Yuk,praktikin! Enaknya karbu dicopot. Caranya, buka cover kanan-kiri dan tangki. Pakai obeng kembang dan kunci T8. Awalnya, copot kabel gas dengan kunci pas 10 mm. Lalu,kendori n baut klem karet join filterpake obeng plus.

Lanjut lepas dua baut pengikat join manifold. Bisa pakai kunci ring atau pas 10 mm. “Ini perlu karena tanpa buka join manifold karbu sulit dibuka. Ruangnya sempit,” jelas Hamzah. Lepas karbu dengan menariknya ke belakang sambil digeser ke kiri.

Sekarang ganti paj dengan pilot-jet F1Z-R. Letak paj di bawah membran vakum. Untuk menggantinya kudu buka 4 baut tutup vakum dengan obeng plus. Setelah itu, cabut membran alias diafragmanya. Nah, terlihat deh si paj. Lepas dengan obeng min dan ganti dengan pilot-jet F1Z-R.

Setelah itu rakit kembali. Jangan lupa, pastikan membran terpasang dengan benar agar tidak bocor. “Gampang, ada patokannya kok. Bibir membran yang nongol harus pas di gotnya yang juga menonjol,” tunjuk Hamzah.

Setelah ganti paj dengan pilot-jet F1Z-R, setelan udara karbu Scorpio wajib diatur ulang. Menyetelnya agak ribet. Tangki bensin harus dilepas. Pasalnya setelan ada di bagian atas karbu. Setelan udara ini tertutup karet hitam. Selain itu, lepas dulu 2 baut pengunci pegangan koil dan kiprok pakai kunci ring 10 mm. Lalu geser dikit agar mata obeng bisa tembus ke setelan udara. Lalu cungkil untuk mencopot karet pelindung setelan udara.

Caranya, putar ke kanan sampai mentok, lalu sambil mesin dihidupkan, putar setelan udara ke kiri. “Ancer-ancer setelan pasnya, antara setengah sampe 1 putaran. Standarnya 2 sampai 3 putaran,” bilang Hamzah.

Nah, kini dijajal. Hamzah menjamin akselerasi bakal lebih yahud. Saat digeber, putaran mesin dari stasioner sampe 8.000 rpm, cepat naik.Trus,kalo gas ditutup, knalpot nggak nembak-nembak. “Dijamin konsumsi bensin sama. Malah kalo diukur bisa lebih irit. Kan settingannya udah sempurna.Udah banyak kok, buktinya,” yakin Hamzah.

sumber : scribd

 
14 Komentar

Posted by pada 30 November 2011 in Yamaha SCORPIO

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.